3 Konservasi Orangutan di Indonesia yang Hampir Punah

Konservasi Orangutan di Indonesia Sumatera
93

Konservasi Orangutan di Indonesia yang Hampir Punah. Orangutan merupakan salah satu hewan yang ada di hutan Indonesia yang mulai langka dan semakin sedikit populasinya. Oleh karena itu perlu dilakukan konservasi untuk hewan satu ini, agar terjaga kelestariannya. Sebagai masyarakat yang baik, kita harus mendukung pemerintah untuk melindungi hewan langka dan menyerahkan perlindungannya kepada pihak yang berwenang.

Konservasi adalah upaya untuk melestarikan lingkungan dengan tetap memperhatikan manfaat yang akan didapatkan nantinya. Konservasi juga bisa disebut dengan suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk melestarikan alam, konservasi bisa juga disebut sebagai pelestarian maupun perlindungan.

Penginapan Konservasi Orangutan Indonesia di Bukit Lawang

Mengenal Orangutan

Orangutan merupakan primata endemik Nusantara yang berarti hanya ada di negara Indonesia dan sebagian Malaysia. Orangutan adalah merupakan fauna terbesar di dunia yang hidupnya bergelantungan di atas pohon, hampir 95% dari waktunya dihabiskan orangutan di atas pohon.

Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu untuk makan, tidur dan bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain dalam hutan hujan tropis. Ini berarti bahwa hutan hujan atau hutan lindung merupakan habitat yang sangat penting bagi mereka.

Baca Juga : Tour Bukit Lawang – 2 Days

Salah satu karakteristik dari orangutan ini tidak sama dengan kebanyakan primata besar lain yang memiliki bulu hitam, orangutan diselimuti oleh bulu-bulu yang berwarna merah kecoklatan. Adapun usia hidup orangutan ini bisa mencapai 35-40 tahun di alam liar, atau bahkan 50 tahun di penangkaran. Sekarang ini populasi orangutan sudah semakin sedikit dan semakin langka. Oleh sebab itu harus dilakukan konservasi orangutan di Indonesia agar tidak punah.

Konservasi Orangutan di Kalimantan Timur dan Palangkaraya Kalimantan Tengah

Mengenai konservasi orangutan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah,  yayasan BOS telah menyelamatkan 1200 orangutan lebih di Kalimantan Tengah. Bahkan, saat ini yayasan ini sedang merawat 450an orangutan di daerah Nyaru Menteng.

Orangutan yang telah terusir dari habitat alami nya sebagai dampak dari pembangunan manusia kini telah kehilangan habitat asli mereka yang luas, sehingga mereka terpaksa berkeliaran menjelajah jauh hanya untuk mencari makanan. Tidak jarang pula gajah-gajah masuk ke area perkebunan kelapa sawit atau bahkan kebun warga karena mereka tidak memiliki pilihan lain.

Bersama dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) yang ada Kalimantan Tengah, yayasan BOS ini telah berhasil menyelamatkan orangutan di Indonesia dari situasi yang memprihatinkan ini. Jika mereka (orangutan) sudah sehat, pihak yayasan segera melepaskan mereka ke habitat alami mereka yaitu hutan dengan aman.

Kegiatan ini dikenal dengan istilah translokasi. Jika orangutan mengalami cedera atau sakit, pihak yayasan menyediakan perawatan kesehatan untuk memastikan mereka nantinya akan segera pulih dan kemudian segera ditranslokasi atau mengikuti program reintroduksi ke depannya.

Konservasi Orangutan Sumatera

Bukit Lawang Merupakan Konservasi Orangutan di Indonesia
Bukit Lawang Merupakan Konservasi Orangutan di Indonesia

Penyelamatan orangutan sumatera baik dari hasil penyitaan masyarakat maupun akibat mereka terjebak di perkebunan masih terus dilakukan. Selama ini, para pemelihara orangutan sumatera tidak pernah diproses hukum. Hal inilah yang menyebabkan orangutan yang dijadikan hewan peliharaan tetap ada, dan dampaknya yaitu masih tetap adanya perburuan yang terjadi terjadi karena masih ada juga permintaan pasar.

Baca Juga : JADWAL TOUR OPEN TRIP BUKIT LAWANG 2020 START MEDAN

Sosialisasi mengenai orangutan di Indonesia ini tentu harus dibarengi juga dengan penegakan hukum. Ketua Orangutan Information Centre, Panut Hadisiswoyo mengatakan bahwa penyelamatan orangutan memang terus dilakukan. Penegakan hukum bagi para pemelihara orangutan, selain pemburu dan juga penjual juga harus diberikan perhatian khusus. Tujuannya hanya satu yaitu dapat memberikan efek jera bagi pelaku.

Konservasi Orangutan Terbesar di Dunia

Karcis Masuk TNGL Melihat Orangutan di Indonesia
Karcis Masuk TNGL Melihat Orangutan di Indonesia

Mengingat spesies orangutan hanya ada dinegara Indonesia dan sebagian Malaysia, maka bukan tidak mungkin jika konservasi orangutan juga ada di Indonesia. Siapa sangka jika Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri dengan adanya orangutan yang hidup di Indonesia.

Tentu saja konservasi orangutan di Indonesia kemudian menjadi konservasi terbesar di dunia. Adapun lokasi konservasi orangutan terbesar di dunia yaitu ada di Taman Nasional Tanjung Putting yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Untuk menuju kesana dari Pangkalan Bun Anda terlebih dahulu harus menuju Kumai yang jika dengan kendaraan hanya akan memakan waktu sekitar 15 menit. Dari daerah Kumai ini Anda bisa naik kapal (biasanya adalah kapal klotok) yang kapasitasnya bermacam-macam tergantung banyaknya penumpang dan perjalanannya memakan waktu kurang lebih sekitar 2 jam.

Bagian paling menyenangkan saat naik kapal klotok ini yaitu kita juga bisa naik ke atas dek untuk melihat pemandangan agar terlihat lebih jelas. Biasanya para wisatawan yang mengunjungi Tanjung Puting akan menghabiskan waktu selama sekitar 3 hari 2 malam.

Upaya Konservasi Orangutan

Thomas Monyet Endemik
Thomas Monyet Endemik | Orangutan di Indonesia

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku telah menetapkan plot-plot untuk mengukur populasi orangutan di Indonesia pada beberapa habitatnya karena orangutan merupakan salah satu dari 25 spesies prioritas yang dipantau populasinya oleh pemerintah.

Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno mengatakan bahwa selain menetapkan plot-plot populasi orangutan, pemerintah juga terus berupaya melakukan kegiatan sosialisasi pada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian mamalia asli Indonesia yaitu orangutan.

Baca Juga : PAKET ONE DAY TRIP BUKIT LAWANG DAN TOUR ORANG UTAN 2020

Tidak hanya itu saja, selain sosialisasi penegakan hukum juga masih terus digalakkan. Menurut Wiratno, strategi pengelolaan orangutan telah dicanangkan dalam Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan Indonesia yang mana hal ini merupakan hasil dari kerjasama berbagai pihak yaitu pemerintah, Forum Orangutan Indonesia (Forina), para akademisi, pakar dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat.

Fakta di lapangan, kegiatan penyelamatan orangutan ini terus dibarengi dengan pelepasan hingga translokasi atau pemindahan. Untuk yang terluka akan dirawat terlebih dahulu sampai sembuh sebelum mereka dilepaskan kembali ke habitat aslinya.

Status Konservasi Orangutan

Akibat populasi dari orangutan di Indonesia terutama orangutan borneo yang terus menurun selama beberapa dekade terakhir, maka pihak International Union for Conservation Nature (IUCN) menaikkan status mereka dari Terancam Punah (Endangered) menjadi Kritis (Critically Endangered) dalam daftar spesies terancam punah sekarang kini. Peningkatan status ini juga atas dasar pertimbangan maraknya perburuan yang terjadi pada orangutan borneo di Indonesia dan Malaysia serta habitat mereka yang semakin terdegradasi dan hilang.

Adapun di Kalimantan, orangutan sebagian besar hidup di luar kawasan yang dilindungi, seperti wilayah industri kayu, perkebunan dan juga pertambangan. Konsesi tambang serta perkebunan maupun prakteknya yang belum berkelanjutan yang kemudian mengakibatkan habitat orangutan di indonesia menjadi terfragmentasi.

Selain itu, factor lainnya seperti kebakaran hutan dalam beberapa tahun terakhir juga berkontribusi terhadap menurunnya tutupan hutan sebagai habitat orangutan. Habitat yang kian sempit ini membuat orangutan kini semakin terancam oleh perburuan ilegal dan juga konflik sosial dengan manusia.

Demikian informasi tentang konservasi orangutan di Indonesia yang hamper punah. Semoga kita semua bisa menjaga seluruh hewan-hewan di Indonesia yang mulai langka dan tidak memanfaatkannya ke arah yang salah. Dan jika kita menemukan hewan langka itu ada baiknya dise0rahkan ke pihak yang berwenang untuk dijaga dan tidak disalahgunakan oleh orang lain.

Sumber : tourmedan.com

Paket Wisata Domestik & Internasional : tripjuara.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
081366593065